Beribadah di negara minoritas

Sambil tiduran buka galeri di hp, dapat video waktu liburan tahun yang lalu, tepatnya April 2014. Liburan paling berkesan, karena negara impian dari kecil akhirnya dapat dikunjungi :)…Flashback saat masa-masa itu, hal yang paling berkesan ketika kami harus sholat ditempat yang tidak semestinya…Singkat cerita……

Kami sekeluarga berlibur di negara tetangga Malaysia & SIngapore..Untuk Malaysia karena mereka sama dengan negara kita Indonesia yang didominasi Muslim, jadi untuk mencari tempat sholat tidak begitu sulit….Namun sulitnya beribadah/sholat di rasakan ketika kami menginjak SIngapore…

Kami tiba di Changi Airport (Singapore) tepat waktu sholat magrib. Karena kami rencana ingin langsung lanjut ke Kuala Lumpur, dan ditakutkan sampai di Kuala Lumpur sudah masuk waktu subuh, maka kami berinisiatif untuk mencari tempat sholat. Mencoba bertanya pada petugas bandara, kami ditunjukkan bahwa ada pray room di lantai atas namun kami sudah tidak bisa naik karena itu tempat kedatangan, dan kami sudah terlanjur di lantai bawah. Kami mecoba bertanya kembali apa ada tempat lain, atau di sekitar bandara?. Karena petugasnya tampaknya Non Muslim dia mencoba bertanya kembali pada temannya.. dan jawabannya “Sorry, i dont know” dengan wajah sedikit bersalah.. Oke lah tak apa, kami mencoba melihat sekitar mencoba mencari orang berhijab biar agak mudah menunjukkan arahnya. Mata kami tertuju pada petugas bersih-bersih bandara karena dia menggunakan jilbab, dari parasnya sepertinya dia orang Melayu, yah kalau bukan Indonesia mungkin Malaysia…

” Permisi, ibu mau tanya tempat sholat dimana?”

Si Ibu dengan judes menjawab sambil berjalan

“Jangan cari tempat sholat disini, disini tidak ada tempat sholat, tidak sama dengan negara kalian yang dimana-mana ada tempat sholat”…..

Waduw Ibu ini, mungkin lagi capek habis bersih-bersih bandara jadi nada bicara agak sedikit gimana gitu….:(

Yo wess, Tak ada rotan akar pun jadi…🙂 , Kami berjalan mencari tempat duduk, dan kami menemukan tempat duduk depan lift, sudut itulah yang paling memungkinkan untuk sholat setelah melihat sekitar ruangan. Koper mulai dijejerkan di depan kami, sebagai pembatas antara kami dengan orang yang akan berlalu lalang, dan kami bergntian untuk sholat dengan posisi duduk, karena tidak memungkinkan sholat untuk posisi beridiri.

Setelah semua selesai kami menuju Kuala Lumpur menggunakan bus, untuk liburan di KL semua aman terkendali…Setelah berapa hari di KL, Kami kembali ke Singapore melanjutkan sisa liburan yang tersisa.Kami tiba di Singapore subuh sekitar jam 4.30. Setelah turun dari bus, kebingungan mulai terjadi…”Bagaimana cara menuju hotel?” Subuh hari di negara orang, ngantuk, taxi susah…Lengkap sudah kami tampak seperti orang kesasar.

Namun kesasar subuh di negara orang, ada pelajaran berharga yang bisa di petik, pertama, kemaanan,kalau di Indonesia nyasar subuh-subuh aman tidak yah??kedua, sebenarnya taxi banyak yang parkir di tempat itu lengkap dengan sopirnya, namun ketika kami menunjukkan alamat hotel tidak ada supir yang mau mengantar, dia hanya menunjukkan arahnya..:(.. sempat berfikir ini supir taxi memagnya tidak butuh uang?setelah di kroscek, ternyata supir taxi di sana tidak mau mengantar penumpang kalau rutenya dekat, mereka lebih menyarankan jalan kaki..Berbeda kalau supir taxi di Indonesia melayani pelanggan yang tampak kebingungan, pasti akan dilayani, dan rute yang berjarak dekat bisa jadi berjarak jauh karena mutar sana sini dulu…Hmmm..bisa dijadikan pelajaran…

Hmm kembali ke cerita, karena jam sudah menunjukkan pukul 5 subuh dan kami masih “terdampar”, kami coba berjalan,dan ketemu Mesjid. Ternyata ada juga mesjid di negara ini.. Masjid Sultan namanya, konon katanya masjid ini merupakan mesjid pertama yang dibangun di republik itu.

Singakt cerita, kami mulai melakukan perjalanan dan sampailah kami ke Universal Studio, Mutar-mutar, foto-foto, jalan-jalan di sana, tidak terasa sudah memasuki waktu duhur, agar aktifitas bisa lepas kami mencoba mencari ruangan untuk sholat. Seperti sebelumnya, kami memantau ruangan yang memungkinkan untuk sholat, dan ada sudut yang tampaknya kurang orang berlalu lalang… Karena tempat itu agak tertutup sehingga memungkinkan kami sholat dengan posisi sempurna (beridiri), bergantianlah kami untuk sholat, sambil menunggu saya mencoba memperhatikan sebuah pintu kaca tepat di belakang kami sholat, dan tiba-tiba ada beberapa rombongan yang masuk, Hmm.. ternyata kami sholat di depan pintu masuk namun mungkin pintu itu ada di sisi samping sehingga tidak seramai pintu masuk lainnya. Untuk sholat Magrib dan Isa “aman” karena bisa dilakukan saat tiba dihotel.

Hari berikutnya, masih dengan aktivitas yang sama, mencoba menelusuri kota Singapore dengan menggunakan MRT, saat masuk waktu duhur, kami berada di sekitar loket MRT, seperti biasa memutar mata sana sini mencari ruangan yang bisa ditempati sholat. Karena tidak ada tempat, kami mencoba bertanya pada petugas, dan Alhamdulilah petugasnya berbaik hati membukakan kami ruangan kosong, entah itu ruangan apa, walaupun kecil yang penting layaklah untuk ditempati sholat… setelah sholat kami pun melanjutkan perjalanan kami….

Wajar! Kata itu merupakan kata yang tepat ketika berlibur di negara “minoritas”.  Tidak ada yang perlu “diprotes”, karena kami yang memilih ke negara mereka. Nah, sekarang tinggal bagaimana caranya  agar liburan tetap jalan tanpa meninggalkan “kewajiban” kepada Allah.. Karena Allah saja sudah memudahkan kita untuk tatacara beribadah di situasi dan keadaan tertentu. Misalnya:Dilihat dari keadaan fisik, Ketika kita tidak bisa Sholat berdiri karena sakit, kita diperbolehkan sholat duduk, ketika tidak bisa sholat duduk kita diperbolehkan sholat tidur. Kemudahan lainnya dapat dilihat dari kondisi, misalnya: ketika tidak menemukan air untuk berwudhu, kita diperbolehkan bertayammum (tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih), kemudahan lain lagi ketika kita berada dalam perjalanan jauh makakita boleh menggabung sholat Misalnya shalat Dzuhur waktunya digabung dgn shalat Ashar, Shalat Maghrib dgn  Isya. Begitu banyak kemudahan yang diberikan Allah, So tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan sholat.🙂

Itulah sedikit pengalaman mengunjungi negara minoritas…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s